Membaca Buku Seru pada Pandemi Covid-19

Jika sebelumnya semua sesi perpustakaan dilakukan ketika anak-anak berkunjung ke perpustakaan, lantas bagaimana melakukannya pada Pandemi Covid-19? Apakah masih bisa kita membaca buku Seru pada Pandemi Covid-19 begini?

Pustakawan Mendunia tetap memasukkan sesi membaca sebagai salah satu pilihan kegiatan kami pada sesi perpustakaan di sekolah. Lantas, bagaimana caranya?

  1. Siswa Membaca Buku Tercetak
  2. Pustakawan yang Bercerita
  3. Siswa Membacakan Buku Elektronik / Ebook
  4. Memberikan Game Kahoot kepada Anak

1. Siswa Membaca Buku Tercetak

Pustakawan Mendunia tetap mengalokasikan waktu untuk membaca buku. Pada sesi perpustakaan di sekolah anak-anak bisa membaca buku yang mereka punya di rumah atau yang dipinjam dari perpustakaan. Waktu membaca ini diisi sambil Pustakawan Mendunia share tab (audio) dari akun Spotify. Pustakawan Mendunia sengaja memilih playlist Mozart untuk belajar.

Anak-anak sangat menikmati sesi membaca ini. Saat anak-anak membaca, Pustakawan Mendunia juga ikut membaca buku. Jadi, kita pun menjadi contoh bagi anak-anak, bahwa membaca itu menyenangkan. Biasanya Pustakawan Mendunia akan mengingatkan 5 menit sebelum sesi berakhir. Supaya anak-anak tidak kaget saat mendadak Pustakawan Mendunia mengakhiri sesi. Sesi juga diakhiri dengan memelankan suara musik sampai volumenya tidak terdengar lagi.

2. Pustakawan yang Bercerita

Pustakawan Bercerita

Pustakawan tetap punya pilihan untuk membacakan buku elektronik atau pun tercetak. (Baca juga: Trik Mendongeng Online di Era Pandemi Covid-19)

3. Siswa Membacakan Buku Elektronik / Ebook

Anak Membacakan Buku Elektronik dari EPIC

Pustakawan Mendunia berpikir sangatlah penting untuk kita mempromosikan ownership (kepemilikan) dan choice (pilihan) bagi anak-anak. Oleh karena itu, beberapa kali Pustakawan Mendunia memberikan kesempatan untuk anak yang berbagi mengenai buku yang mereka sukai. Anak-anak tidak hanya membaca teks, tapi Pustakawan Mendunia mendorong anak-anak untuk belajar login masuk ke dalam sistem, memilih buku yang akan mereka baca, sharing screen dan membacakannya di depan teman-temannya.

4. Memberikan Game Kahoot kepada Anak

Ini merupakan treat yang Pustakawan Mendunia berikan setelah akhir cerita. Sesi ini sangat ditunggu anak-anak dan bahkan kadang suka ditagih sekalipun kami belum selesai membaca. (Baca juga: Cara Membuat Game Kahoot untuk Sesi Perpustakaan)

Sangat menarik bukan? Dengan memberikan ownership dan choice kepada anak-anak, mereka akan semakin percaya diri menggunakan teknologi dan terarah untuk memilih resources bermanfaat bagi mereka. Ingatlah untuk memberikan kesempatan membaca secara bergantian kepada anak-anak, sehingga semua memiliki kesempatan yang sama untuk bersenang-senang dengan buku bacaan mereka.

Selamat mencoba keseruan membaca pada Pandemi Covid-19! 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *