Mengikuti IFLA World Library and Information Congress (WLIC)

IFLA World Library and Information Congress 2018
Berfoto bersama peserta IFLA World Library and Information Congress (WLIC) 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia

Seperti yang sudah Pegiat Literasi baca di Mengapa IFLA Ada untuk Kita?, setiap tahun International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) mengadakan World Library and Information Congress (WLIC) sebagai tempat berbagi informasi tren terkini, isu, penelitian, dan laporan praktisi Ilmu Perpustakaan dan Informasi dari seluruh dunia.

Biaya Pendaftaran

Bicara soal konferensi setingkat World/Dunia, tentu kita bicara tentang biaya pendaftaran dan akomodasi. Berikut ilustrasi biaya pendaftaran untuk IFLA World Library and Information Congress 24-30 Agustus 2019, di Athena, Yunani.

Terlihat bahwa semakin dekat dengan hari pelaksanaan IFLA WLIC, maka biaya pendaftarannya akan semakin mahal. Berikut penjelasan perbedaan biaya pendaftaran berdasarkan tipe keanggotaan IFLA :

  1. Full Rate – IFLA Member (biaya pendaftaran untuk anggota IFLA),
  2. Full Rate – Non Member (biaya pendaftaran untuk yang bukan anggota IFLA),
  3. IFLA Non-salaried Affiliate (anggota IFLA yang sudah masuk usia pensiun tapi masih aktif),
  4. IFLA New Graduate Affiliate (anggota IFLA yang masih masuk lulusan terbaru, maksimal 2 tahun),
  5. Student (mahasiswa dan perlu menyertakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau surat pengantar dari universitas),
  6. Accompanying Person (orang yang menemani peserta, dan hanya bisa masuk ke area luar konferensi dan hadir di acara pembukaan dan penutupan IFLA WLIC),
  7. Day Ticket (Biaya Masuk 1 Hari),
  8. 2 Day Ticket (Biaya Masuk 2 Hari).

Biaya ini belum termasuk biaya pesawat menuju negara pelaksanaan IFLA WLIC, biaya penginapan dan konsumsi di luar kegiatan konferensi. IFLA akan memberikan rekomendasi hotel bintang 3-5 untuk menginap berdasarkan standar nyaman Eropa, dan terdekat dengan lokasi konferensi. Jadi jangan berharap melihat daftar lokasi hostel backpacker ada di dalam daftar rekomendasi tersebut. Pegiat Literasi yang tertarik mengikuti IFLA WLIC, bisa membaca baik-baik peta lokasi konferensi dan carilah lokasi terdekat juga paling sesuai dengan budget.

Siapa yang Hadir?

Melihat biaya pendaftaran IFLA WLIC yang fantasis (lihat saja untuk Non Member IFLA bisa mencapai 950 EUR atau sekitar Rp 15.000.000,-) tentu sudah menjadi seleksi alam bahwa mereka yang hadir adalah orang-orang ‘pilihan’. Mereka yang datang adalah profesional dan pakar dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi, terlebih mereka yang lolos seleksi sebagai pemateri / narasumber.

Keberadaan dan kehadiran peserta di dalam IFLA WLIC tentu didukung oleh lembaga/institusi tempatnya bekerja, dan mampu membiayai keberangkatan peserta. Oleh karena itu, IFLA WLIC 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia kemarin sesungguhnya merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita pustakawan di Asia untuk dapat hadir mengikutinya. Paling tidak, untuk tiket pesawat menuju Kuala Lumpur masih masuk budget kita.

Pegiat Literasi juga dapat bertemu dengan orang-orang yang berada di balik IFLA, berjumpa dengan mereka, dan berbagi pengetahuan dengan ahlinya Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dunia. Berikut daftarnya :

IFLA Professional Structure : January 2019

Manfaat Mengikuti IFLA World Library and Information Congress (WLIC)

Saya beruntung bisa berkesempatan menghadiri IFLA WLIC 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. Rasanya seperti saya dibangunkan dari tidur lelap yang panjang. Selama ini, saya merasa seperti menjadi mahluk aneh yang suka dan menikmati bekerja sebagai pustakawan. Saya tidak punya banyak pilihan teman diskusi untuk menghadapi tantangan yang saya hadapi di dalam pekerjaan.

Tapi, berada di IFLA WLIC rasanya seperti melihat gua berisi emas dan intan permata! Di mana-mana semua orang yang kita jumpai adalah mereka yang sama-sama punya passion/semangat di Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Mereka yang mau belajar, haus ilmu, dan peduli untuk membuat perubahan positif di dunia melalui Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

Jumlah pesertanya? Mencapai 3.500 peserta dari 120 negara di seluruh dunia! Jumlah peserta sebanyak itu, dengan passion kita yang sama, dan bersama hadir di sebuah konferensi tingkat dunia, saya tersadarkan bahwa Ilmu Perpustakaan itu ternyata ‘sesuatu’. Saya adalah pustakawan yang mencintai Ilmu Perpustakaan dan menyadari pentingnya peran kita dalam pengembangan literasi bangsa. Namun, sepulang dari IFLA WLIC 2018, saya terpana dan semakin tergugah untuk terus memperdalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi saya yang masih cetek ini. Baca : Selamat Datang di Pustakawan Mendunia

Berani Bermimpi

Itu juga salah satu yang menginspirasi saya untuk berani bermimpi membuat media berbagi pengetahuan dan pengalaman Ilmu Perpustakaan dan Informasi di cakupan negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya website Pustakawan Mendunia. Sekiranya ada #mestakung baik, akan sangat bermanfaat jika Pegiat Literasi dapat mengikuti IFLA WLIC dan mengalami momen inspirasi di sana.

Semoga #mestakung Semesta Mendukung!

Sumber:

IFLA WLIC 2019

2
Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Telah Terbit Februari 21, 2019 […]

trackback

[…] pustakawan-pustakawan yang bekerja di sekolah. Mengingat biaya pendaftaran WLIC cukup besar (baca: Mengikuti IFLA World Library and Information Congress), maka sesi ini diberikan gratis untuk pustakawan dari […]

%d blogger menyukai ini: