4 Tips Jeli sebelum Memberi Donasi Buku

Donasi Buku ke Papua
Donasi Buku ke Papua

Jelilah sebelum memberi donasi buku. Mengapa kita harus jeli? Memberi sumbangan buku bukan hanya sekadar membungkus dan mengirimkannya saja. Ada cara (etis) memberikan donasi buku.

Donasi atau pemberian atau hadiah pada dasarnya adalah kemurahan hati seseorang untuk membantu. Ada itikad baik untuk membantu orang lain, tentu ini Pustakawan Mendunia sangat apresiasi.

Namun, ada beberapa hal yang perlu Pegiat Literasi pertimbangkan secara jeli sebelum memberi donasi buku:

  1. Cek Kebenaran Informasi Memberikan Donasi
  2. Cek kebutuhan Taman Bacaan / Perpustakaan
  3. Donasi adalah Pemberian dan Hadiah, Bukan Tempat Sampah
  4. Meminta Dokumentasi dan Konfirmasi Donasi

1. Cek Kebenaran Informasi Memberikan Donasi

Pertama, Pegiat Literasi harus mengecek kebenaran informasi untuk memberikan donasi. Apakah informasi itu masih baru atau sudah lama? Lokasi penyerahan buku ada di mana? Apakah lokasinya terdekat dengan domisili kita atau berada di luar pulau tempat tinggal kita?

Telepon atau kirimkanlah pesan kepada nara hubung langsung untuk penggalangan donasi tersebut.

Pustakawan Mendunia sering kali melihat banyak Pegiat Literasi dari daerah yang aji mumpung sedang berada di Jakarta atau kota besar lainnya, mereka sekaligus membuka donasi buku. Jadi, ketika pulang ke rumah, mereka sekaligus membawa buku sumbangan.

Oleh karena itu, pastikan jadwal atau informasi donasi buku ini akurat. Jangan sampai Pegiat Literasi ingin menitipkan donasi buku ke Papua tapi ternyata nara hubungnya sudah tidak berada di Jakarta lagi.

2. Cek Kebutuhan Taman Bacaan / Perpustakaan

Pegiat Literasi dapat menanyakan kepada nara hubung Taman Bacaan / Perpustakaan siapakah mayoritas pengunjung mereka? Apakah anak kecil usia pra-sekolah, remaja, atau justru orang dewasa dan kakek-nenek? Apakah ada program mendongeng di Taman Bacaan / Perpustakaan tersebut? Bisakah Pegiat Literasi mengirimkan buku dongeng dalam Bahasa Inggris?

Sedikit tips dari Pustakawan Mendunia, jika Taman Bacaan / Perpustakaan yang dituju untuk donasi memiliki banyak pengunjung anak-anak kecil, berikan:

  1. Buku-buku dengan format unik (board book, cloth book)
  2. Buku-buku dengan kisah yang unik, indah, dan memberikan keberanian (seperti The Giving Tree, Ferdinand)
  3. Buku cara belajar membaca
  4. Biografi seri tokoh dunia untuk anak
  5. Ensiklopedi anak
  6. Peta Indonesia dan dunia
  7. Buku cerita seri Disney yang populer muncul di televisi
  8. Cerita rakyat
  9. Majalah Bobo, Donal Bebek, atau National Geographic for Kids

Berikanlah buku yang akan senang untuk dibaca berulang-ulang dan mencerahkan pikiran pembaca kecil kita.

Jika pengunjung Perpustakaan / Taman Bacaan kebanyakan adalah remaja, maka dapat diberikan:

  1. Buku novel remaja dengan genre petualangan
  2. Biografi seri tokoh dunia (dengan format tulisan lebih banyak)
  3. Buku tentang pilihan profesi / pekerjaan
  4. Buku tentang hobi (musik, chord gitar, olahraga)
  5. Buku tentang merawat diri (cara menata rambut, cara berpakaian)
  6. Buku belajar menggunakan komputer dan aplikasi komputer
  7. Buku belajar membuat video blogging (vlog)
  8. Buku humor dan tebak-tebakan

Berikanlah buku yang menantang dan memberikan kesempatan untuk remaja bisa berkarya dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari.

Jika pengunjung Perpustakaan / Taman Bacaan kebanyakan adalah dewasa atau orang tua, maka dapat pula diberikan:

  1. Buku resep masakan
  2. Buku belajar merias dan salon
  3. Buku pola menjahit
  4. Buku teka-teki silang
  5. Buku bercocok tanam hidroponik
  6. Buku merajut dan mengayam
  7. Buku cara membuat akun berjualan online / daring

Berikanlah buku yang dapat membantu perekonomian masyarakat, memberikan akses untuk belajar wira usaha.

Pastikan sebelum memberikan sumbangan buku, Pegiat Literasi juga memeriksa isi buku tersebut. Jangan sampai terdapat gambar nudis dan tidak sesuai dengan pengunjung target Taman Bacaan dan Perpustakaan tersebut.

Pegiat Literasi dapat pula mempertimbangkan untuk memberikan donasi selain buku. Taman Bacaan / Perpustakaan juga membutuhkan media bermain seperti puzzle, catur, mainan balok atau lego, boneka, boneka tangan, dan mobil-mobilan.

Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sumbangan gitar, tablet, in focus, speaker, dan laptop. Pastikan bahwa pengelola Taman Bacaan / Perpustakaan dapat menggunakan sumbangan elektronik yang Pegiat Literasi berikan.

3. Donasi adalah Pemberian atau Hadiah, Bukan Tempat Sampah

Pustakawan Mendunia menyarankan agar buku pelajaran (kurikulum sekolah) tidak Pegiat Literasi berikan sebagai donasi. Kurikulum sekolah di Indonesia cepat sekali berubah, sehingga memberikan buku pelajaran kepada taman bacaan / perpustakaan akan kurang bermanfaat.

Kemudian lihatlah kembali fisik buku atau benda yang akan Pegiat Literasi berikan. Apakah kondisinya masih layak pakai? Jika Pegiat Literasi saja enggan menggunakannya karena secara fisik sudah robek atau rusak, sebaiknya jangan disumbangkan.

Sumbangkanlah buku atau benda yang masih layak pakai. Lebih baik lagi jika buku atau benda itu baru. Bayangkanlah, apakah Pegiat Literasi akan merasa senang jika seseorang memberikan benda tersebut kepada Pegiat Literasi? Jika Pegiat Literasi merasa senang menerimanya, maka benda atau buku tersebut “lolos” bisa kita sumbangkan.

4. Meminta Dokumentasi dan Konfirmasi Donasi

Setelah donasi (buku) dikirimkan, Pegiat Literasi dapat meminta konfirmasi kepada nara hubung Taman Bacaan / Perpustakaan. Ini untuk memastikan bahwa donasi kita sudah tiba di tempat tujuan.

Bisa pula sesekali Pegiat Literasi menanyakan kabar di Taman Bacaan / Perpustakaan selepas memberikan donasi. Silaturahmi tentu perlu dijaga bukan?

Kebahagiaan Hakiki

Menurut Pustakawan Mendunia, kebahagiaan hakiki adalah ketika kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Maka, ketika kita memberi sesuatu, hal sekecil apapun, kebahagiaan itu justru ada dan hadir untuk kita.

Memberikan donasi buku akan menjadi bermanfaat jika apa yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan / Taman Bacaan yang kita tuju.

Lalu, Mau Kirim Donasi (Buku) ke Mana?

Pustakawan Mendunia sering kali meneruskan informasi donasi buku di akun instagram Pustakawan Mendunia dan Whatsapp status. Informasi yang Pustakawan Mendunia dapatkan biasanya didapat dari sesama Pegiat Literasi dan sudah terverifikasi kebenarannya.

Ini sedikit yang bisa Pustakawan Mendunia lakukan. Sekiranya post 4 tips jeli sebelum memberi donasi buku ini dapat menjadi berkat untuk sesama.

Selamat menebar kebaikan ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
Notify of
%d blogger menyukai ini: