4 Tips Ampuh Membuat Tema Kreatif untuk Perpustakaan Kita

International School Library Month
Tema Bulan Oktober : International School Library Month

Bingung mencari ide apa untuk membuat tema kreatif perpustakaan kita di bulan ini?

Satu hal menarik yang Pustakawan Mendunia peroleh dari Mengikuti Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah untuk membantu meningkatkan minat baca siswa yaitu : menentukan tema kreatif perpustakaan untuk setiap bulan berjalan.

Jika saat ini Pegiat Literasi bekerja di sekolah dan belum memiliki sesi perpustakaan, kita bisa bergerak dengan membuat tema pilihan yang diganti setiap bulan selama tahun ajaran. Lalu Pegiat Literasi mau mulai dari mana?

Berikut empat (4) tips membuat tema kreatif untuk perpustakaan kita :

  1. Tentukan Tema Kreatif Perpustakaan pada Bulan Ini
  2. Belajar dan Memahami Mengenai Tema Kreatif Perpustakaan yang Terpilih
  3. Melihat Ketersediaan Media / Material di Perpustakaan
  4. Libatkan Anak

1. Tentukan Tema Kreatif Perpustakaan pada Bulan Ini

Buku-buku Merindukanmu
Tema Juli : Buku-buku Merindukanmu

Seperti yang pernah Pustakawan Mendunia bahas sebelumnya pada post Hari Bersejarah & Hari Penting Literasi dan Perpustakaan di Indonesia, Pegiat Literasi perlu menentukan tema apa yang akan kita angkat di perpustakaan untuk bulan berjalan atau berikutnya. Butuh waktu dan persiapan untuk mendukung tema yang akan Pegiat Literasi pilih. Akan sangat baik jika pada setiap awal bulan, Perpustakaan sudah memiliki nuansa tema baru, sehingga kunjungan ke perpustakaan selalu menarik dan tidak membosankan.

Berikut beberapa tema yang pernah diangkat Pustakawan Mendunia di perpustakaan selama satu tahun bekerja di sekolah internasional / sekolah satuan pendidikan kerjasama (SPK) di Batam:

  • Juli : The Books Missed You / Buku-Buku Merindukanmu
  • Agustus : Indonesia Independence Day / Hari Kemerdekaan Indonesia
  • September : Roald Dahl Day / Hari Roald Dahl
  • Oktober : Halloween
  • November : World Toilet Day / Hari Toilet Dunia (Hari Lahir A. A. Milne)
  • Januari : Winnie The Pooh Day / Hari Winnie si Beruang
  • Februari : Valentine’s Day / Hari Kasih Sayang
  • Maret : Literacy Week “Story is The Window of The World” / Pekan Buku : “Cerita adalah Jendela Dunia”
  • April : International Children’s Book Day (Hans Christian Andersen Day) / Hari Buku Anak Internasional (Hari Lahir Hans Christian Andersen)
  • Mei : Indonesia Books’ Day / Hari Buku Nasional

Beberapa tema ada yang berulang untuk di tahun ajaran depan, ada pula yang diubah. Semua tergantung kesediaan waktu bagi Pustakawan Mendunia untuk mengerjakan ide dan membuat tema kreatif perpustakaan di tengah jadwal yang padat. Ide kreatif memerlukan disiplin waktu dan tekad untuk menyelesaikan apa yang kita mulai.

2. Belajar Mengenai Tema Kreatif Perpustakaan yang Terpilih

Hans Christian Andersen
Mengenal Siapa Hans Christian Andersen

Jangan khawatir untuk memilih tema yang mungkin masih terasa asing oleh Pegiat Literasi. Mulailah banyak membaca untuk membuat tema kreatif perpustakaan, pelajari setiap detail informasi yang ada. Tentu Pegiat Literasi harus menjadi orang pertama yang paling tahu mengenai tema kreatif perpustakaan tersebut.

Misalnya ketika Pustakawan Mendunia memilih tema Hari Buku Anak Internasional / Hari Lahir Hans Christian Andersen untuk bulan April, tentu Pustakawan Mendunia harus banyak membaca tentang siapa itu Hans Christian Andersen, dia berasal dari negara mana, bagaimana latar belakang keluarga dan pendidikannya, apa yang menginspirasi dia untuk menulis. Mengapa tanggal ulang tahun Hans Christian Andersen dipilih menjadi Hari Buku Anak Internasional? Mengapa karya / tulisan Hans Christian Andersen sangat populer sekalipun awalnya ditulis dalam bahasa Denmark? Berapa banyak karya / tulisan yang dihasilkan oleh Hans Christian Andersen dan yang digubah menjadi film?

Pegiat Literasi harus banyak membaca, mempelajari, dan memahami mengenai tema bulanan yang akan dipilih baru kemudian dapat meneruskan semangat cinta literasi kepada anak-anak.

3. Melihat Ketersediaan Media / Material di Perpustakaan

Anak-anak Membantu Menghias Perpustakaan
Keterbatasan Material Tidak Menjadi Hambatan untuk Berkreasi Menghias Perpustakaan

Pegiat Literasi perlu melihat apa saja media / material untuk mendukung dan membuat tema kreatif perpustakaan, berupa :

  1. Buku-buku dengan tema kreatif yang terpilih
  2. Fasilitas rak buku khusus atau pajangan (display) untuk tema kreatif yang terpilih
  3. Papan informasi / Majalah Dinding
  4. Ketersediaan Perangkat Kreatif:
    • Kertas A0, A1, A2, A3, A4
    • Kertas lipat / origami / kertas krep
    • Pensil warna, crayon, spidol
    • Mesin laminating dan plastiknya
    • Bingkai foto
  5. Ketersediaan Perangkat Elektronik (plus akses listrik dan internet)
    • Akses Listrik
    • Televisi
    • Komputer dan Perangkatnya
    • In focus, Screen, dan Speaker
    • E-Book Reader Device (Tab / Ipad / Kindle)

Buku-Buku dengan Tema Kreatif yang Terpilih

Roald Dahl Day
Buku-buku Karya Roald Dahl yang Ada di Perpustakaan

Pustakawan Mendunia sangat beruntung bekerja di perpustakaan yang memiliki dukungan luar biasa dari sekolah. Segala kebutuhan yang Pustakawan Mendunia sebutkan di atas, mulai dari nomor 1-5 semua tersedia di sekolah. Ini tentu sangat memudahkan ide untuk tema kreatif perpustakaan.

Misalnya, Pustakawan Mendunia yakin untuk memilih tema Hari Roald Dahl pada bulan September karena perpustakaan memiliki banyak sekali buku karangan Roald Dahl. Buku-buku ini dikumpulkan dan dipromosikan pada anak-anak pada sesi perpustakaan.

Fasilitas Pajangan (Display) untuk Tema Kreatif yang Terpilih

Trick or Read

Buku-buku yang terpilih sesuai dengan tema, akan Pustakawan Mendunia letakkan di meja pajang dan rak pajangan. Misalnya, pada bulan Oktober, Pustakawan Mendunia memilih tema Halloween dan menyediakan buku “Trick or Read” dengan topik petualangan dan keberanian di rak pajangan.

Kemudian, pada saat melakukan sesi perpustakaan, Pustakawan Mendunia akan mempromosikan dan mengajak anak-anak untuk membaca buku dari rak pajangan tersebut.

Papan Informasi / Majalah Dinding

Apakah Pegiat Literasi merasa tidak berbakat untuk menggambar? Jangan khawatir, Pegiat Literasi tidak sendirian. Awalnya Pustakawan Mendunia juga merasa demikian, namun dalam bekerja kita harus punya kemauan untuk terus belajar. Akhirnya dalam segala keterbatasan, Pustakawan Mendunia berusaha mengalahkan rasa tidak bisa menggambar tersebut. Pegiat Literasi dapat membaca tips yang pernah kami tulis sebelumnya di 4 Tips Mudah Membuat Ilustrasi Tokoh Cerita dari Buku.

Menghias papan informasi / majalah dinding jangan dikira mudah. Ukurannya yang besar, dan khususnya kami di sini memiliki 2 papan informasi khusus untuk perpustakaan. Ini adalah tantangan untuk Pustakawan Mendunia di tengah jadwal harian yang sibuk di Perpustakaan.

Lalu, bagaimana caranya untuk memberikan isi papan informasi yang menarik untuk dilihat, enak dibaca, tapi bermakna khususnya sesuai dengan tema yang sedang diangkat. Karena keterbatasan dalam pengerjaannya, Pustakawan Mendunia biasa mengganti tema papan informasi sekali dalam dua / tiga bulan. Ini adalah dokumentasi papan informasi yang pernah dikerjakan Pustakawan Mendunia.

Papan Informasi Perpustakaan
Papan Informasi (Majalah Dinding / Mading) Perpustakaan

Ketersediaan Perangkat Kreatif

Bertukar Pembatas Buku dengan Siswa dari Sekolah di India
Kreasi Membuat Pembatas Buku

Kertas, pensil warna, dan crayon selalu menjadi solusi termudah dan termurah Pustakawan Mendunia dalam berkarya. Banyaklah membaca buku membuat hasta karya atau melihat contoh karya kreatif di internet. Berdiskusi dengan teman rekan pendidik atau guru seni. Mereka dapat membantu mewujudkan ide dan tema kreatif perpustakaan kita. Lebih baik lagi jika dapat memanfaatkan sampah daur ulang untuk karya kreatif kita untuk mendesain perpustakaan supaya semakin indah dan semarak.

Pustakawan Mendunia beberapa kali memberikan pembatas buku (bookmark) khusus pada pengunjung perpustakaan yang datang persis di hari perayaan tema bulanan. Contohnya pengunjung perpustakaan yang datang pada tanggal 18 Januari akan diberikan pembatas buku Winnie The Pooh pada saat tema di bulan Januari saat itu adalah Winnie The Pooh Day. Pembatas buku ini istimewa dan hanya dibagikan pada tanggal tersebut, tidak untuk hari lain.

Jadi jangan merasa bahwa Pegiat Literasi tidak bisa kreatif jika tidak punya fasilitas elektronik seperti komputer atau in focus. Jika ada kemauan pasti ada jalan.

Ketersediaan Perangkat Elektronik

Buku Elektronik Frankenstein
Buku Elektronik (E-Book) Frankenstein

Perpustakaan kami memiliki fasilitas televisi yang dapat membaca data di USB Removable Disk, memiliki infocus, speaker, perangkat komputer, dan akses internet. Terdapat pula unit tab yang bisa digunakan untuk mempromosikan kegiatan membaca e-book menggunakan aplikasi Moon Reader dari Playstore.

Melihat kekuatan perpustakaan pada fasilitas ini, tentu Pustakawan Mendunia tidak akan menyia-nyiakannya. Misalnya pada tema Hari Buku Internasional, Pustakawan memutarkan film singkat mengenai Thumbelina dan Si Itik Buruk Rupa untuk siswa TK, Kelas 1 dan 2 SD.

Sedangkan untuk siswa-siswa kelas besar, Pustakawan Mendunia mengajak anak-anak untuk membaca lantang (reading aloud) biografi Hans Christian Andersen dan menonton trailer film Hans Christian Andersen : My Life as a Fairytale. Kami berdiskusi siapa Christian Andersen dan apa saja karyanya sehingga tanggal lahirnya begitu spesial. Hari lahir Hans Christian Andersen pada tanggal 2 April dirayakan anak-anak sedunia sebagai hari buku anak internasional. Tentu karya-karyanya luar biasa bagi literasi anak.

Tidak disangka, tidak semua anak mengetahui bahwa karya favorit mereka seperti : Putri Duyung (Little Mermaid), Thumbelina, Si Itik Buruk Rupa (The Ugly Duckling), Gadis Penjual Korek Api (The Little Match Girl), Prajurit Timah Berkaki Satu (The Steadfast Tin Soldier), Putri dan Kacang Polong (The Princess and the Pea), The Emperor’s New Clothes, Angsa-Angsa Liar (The Wild Swans), dan Ratu Salju (The Snow Queen) ditulis oleh orang yang sama : Hans Christian Andersen. Betapa Hans Christian Andersen begitu dihormati di Denmark, rumahnya dijadikan museum dan patung Little Mermaid menjadi atraksi populer untuk turis di Kopenhagen.

Pustakawan Mendunia juga menggunakan fasilitas e-book reader (tab) untuk membaca buku elektronik untuk tema Hari Winnie the Pooh dan komik (graphic novel) Frankenstein di tema Halloween. Untuk pembahasan tema Halloween secara detail, Pegiat Literasi dapat membacanya di post kami sebelumnya 8 Tips Mengelola Sesi Perpustakaan (Library Session) yang Asyik dan Kreatif di Sekolah.

4. Libatkan Anak

The Guardians of the Library
Anak-anak Pencinta Perpustakaan, Guardians of the Library

Pustakawan Mendunia sangat beruntung memiliki sekolah yang mendukung program perpustakaan, khususnya dalam pelaksanaan Klub Perpustakaan. Keberadaan mereka sangat membantu Pustakawan Mendunia untuk melakukan brainstorming ide untuk tema kreatif perpustakaan.

Jangan Pegiat Literasi berpikir bahwa hanya karena mereka anak-anak maka mereka tidak tahu apa-apa. Anak-anak luar biasa ini memilih Klub Perpustakaan sebagai aktivitas yang mereka lakukan setelah pulang sekolah. Mereka gemar membaca dan mereka cinta perpustakaan. Mereka anak-anak yang mau diajak berpikir kreatif bagaimana membuat perpustakaan ini semakin menarik dan semakin dicintai anak-anak di sekolah.

Pustakawan Mendunia sangat bersyukur memiliki anak-anak luar biasa ini yang biasa memanggil nama mereka sendiri sebagai library assistant dan terakhir berkembang dengan label keren “The Guardians of the Library”. Sungguh Pustakawan Mendunia dapat merasakan cinta mereka untuk perpustakaan.

Apakah Pegiat Literasi kemudian akan Menjadi Repot?

Menjawab pertanyaan di atas, Pustakawan Mendunia akan mengatakan, “Ya :)”

Jika dipikir-pikir untuk apa Pustakawan Mendunia mau merepotkan diri susah payah membuat semua 10 tema bulanan dalam satu tahun ajaran? Bisa saja sebenarnya kalau merasa malas, cukup 2 kali setahun saja atau malah tidak sama sekali. Kebetulan atasan / bos tidak pernah memaksa dan meminta Pustakawan Mendunia membuat tema-tema tersebut.

Jawabannya adalah, “Gunakanlah kesempatan berharga ini.”

Membangun kecintaan terhadap buku, bahan bacaaan dan perpustakaan, Pegiat Literasi harus mulai sedini mungkin, dengan berbagai kemungkinan cara apapun itu. Uang tidak pernah menjadi masalah tapi motivasi dari diri kita sendiri. Maukah kita menyempatkan diri untuk terus belajar, mengalahkan rasa tidak bisa kita?

Apakah kita melakukan apa yang kita katakan kepada anak? Ketika kita katakan kepada anak, “Kamu pasti bisa,” apakah kita meyakininya bahwa kita juga bisa? Musuh terbesar kita adalah diri sendiri.

Merasa tidak punya ide kreatif? Banyaklah membaca, selalu update diri Pegiat Literasi dengan apa yang terjadi di dunia luar. Kembali lihatlah koleksi buku perpustakaan Pegiat Literasi. Jika memang belum punya buku-buku yang memadai, Pegiat Literasi bisa mengajukan pembelian untuk tahun depan.

Jika Pegiat Literasi merasa agak kesulitan untuk membuat tema kreatif di perpustakaan setiap bulannya, silakan menentukan 2 atau tiga tema kreatif perpustakaan yang bisa diangkat dalam setahun.

Pustakawan Mendunia memberikan semangat kepada Pegiat Literasi bahwa “Kita pasti bisa!”

Selamat mencoba πŸ™‚

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
Notify of
%d blogger menyukai ini: