Kunjungan Virtual ke Perpustakaan Kota New York

Setelah membaca buku Winnie the Pooh (Baca juga: Winnie the Pooh Story), akan sangat menarik jika Pegiat Literasi dapat melakukan kunjungan virtual ke Perpustakaan Kota New York. Kenapa kita perlu ke sana? Karena di sana ada boneka-boneka milik Christopher Robin. Usia boneka-boneka ini sudah lebih dari 95 tahun namun keberadaannya masih sangat terawat baik di Perpustakaan Kota New York.

Mengingat saat ini kita masih melakukan pembelajaran jarak jauh, mari kita berkunjung ke Perpustakaan Kota New York secara virtual. Apa saja yang perlu kita siapkan? Ini yang Pustakawan Mendunia lakukan dengan anak-anak di sesi perpustakaan di kelas 2 SD.

  1. Memiliki Paspor
  2. Mengecek Tiket Pesawat
  3. Mengecek Cuaca dan Pakaian
  4. Keberangkatan dari Batam
  5. Tiba di New York dan Menuju Perpustakaan
  6. Menjelajah Perpustakaan Kota New York

1. Memiliki Paspor

Pertama, Pustakawan Mendunia perlu mengecek apakah anak-anak memiliki paspor? Kita juga bisa meminta anak-anak untuk mengisi template paspor di link bawah ini:

2. Mengecek Tiket Pesawat

Tiket Pesawat All Nippon Airways menuju New York, Amerika Serikat

Setelah semua anak memiliki paspor, kami mengecek tiket keberangkatan menuju New York, Amerika Serikat di Google Flights. Karena kami berangkat dari Batam, kami memiliki 2 pilihan keberangkatan dari Batam dan Jakarta. Saat kami melakukan kunjungan virtual ini, transportasi ferry antara Batam-Singapura masih belum dibuka. Oleh karena itu, anak-anak memilih berangkat dari Hang Nadim International Airport, Batam ke Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta.

Kami memilih penerbangan dengan ANA (All Nippon Airways), sehingga kami perlu untuk transit di Tokyo, Jepang selama 5 jam. Barulah kemudian penerbangan akan dilanjutkan ke John F. Kennedy International Airport, New York.

3. Mengecek Cuaca dan Pakaian

Pustakawan Mendunia kemudian mengingatkan anak-anak untuk mengecek cuaca dan temperatur di tempat tujuan sebelum berangkat. Karena kita akan beku kedinginan jika membawa celana pendek saat musim salju. Sebaliknya, justru kepanasan kalau membawa jaket tebal di musim panas. Pegiat Literasi dapat mengecek temperatur dan cuaca di sini.

Mengingat waktu itu keberangkatan kami sekitar September/Oktober, maka sedang musim gugur di New York. Pustakawan Mendunia mengingatkan anak-anak untuk membawa jaket untuk kunjungan virtual kami.

4. Keberangkatan dari Batam

Berangkat dari Sekolah menuju Bandara Hang Nadim, Batam

Pustakawan Mendunia mengajak anak-anak untuk bersiap. Kami akan sama-sama berangkat dari sekolah menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Perjalanan kita lakukan juga secara virtual menggunakan Google Satellite. Pustakawan Mendunia mengingatkan anak-anak untuk membawa paspor dan mengecek baju bawaannya. Kami seserius itu 😀

Perjalanan kali ini tampaknya akan melelahkan karena jaraknya jauh. Beberapa anak menanyakan apakah boleh ijin pergi ke Amerika Serikat pada orang tuanya. Beberapa khawatir tidak boleh pergi karena masih pandemi Covid-19. Pustakawan Mendunia menyakinkan anak-anak pasti kita diijinkan pergi jalan-jalan virtual. Dan boleh makan snack banyak-banyak di dalam perjalanan. Semua langsung tambah semangat!

5. Tiba di New York dan Menuju Perpustakaan

Berangkat dari John F. Kennedy International Airport menuju New York Public Library

Perjalanan dari John F. Kennedy International Airport ke Perpustakaan Kota New York dekat saja, hanya sekitar 30 menit. Kami pun tidak sabarnya tiba di perpustakaan.

6. Menjelajah Perpustakaan Kota New York

Akhirnya kita tiba di Perpustakaan Kota New York dan saatnya untuk menjelajah! Pustakawan Mendunia kemudian membagikan video pada link di bawah ini:

Karena Perpustakaan ini sangat besar, Pustakawan Mendunia hanya mengenalkan bagian depan, Ruang Baca (Rose Reading Room) dan langsung menuju ke bagian perpustakaan anak-anak di menit 14:20 dan berjumpa dengan boneka-boneka imut ini. Akhirnyaaa! Semua anak senang sekali bertemu dengan karakter kesayangan mereka.

Pustakawan Mendunia mengajak anak-anak untuk berhitung. Jika buku pertama Winnie the Pooh diterbitkan di Inggris pada tahun 1926, lantas sudah berapakah umur boneka milik Christopher Robin ini? Bagaimana keadaan boneka ini apakah masih terawat atau tidak? Mengapa perpustakaan menyimpan boneka-boneka ini dengan baik sampai dengan sekarang?

Pustakawan Mendunia mengingatkan jika ada yang berkunjung ke New York, Amerika Serikat agar disempatkan berkunjung ke Perpustakaan Kota New York.

Kiri ke Kanan : Kanga, Winnie the Pooh, Piglet, Eeyore, Tigger

Akhir Perjalanan Virtual

Perjalanan virtual ini tidak mudah untuk dilakukan, karena memang tidak bisa dikebut. Pustakawan Mendunia memerlukan beberapa kali sesi untuk melaksanakan perjalanan ini sampai akhir. Perjalanan kami dipenuhi pula dengan pertanyaan kritis anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, dan tidak mungkin dilewatkan begitu saja.

Inilah yang Pustakawan Mendunia lakukan dalam sesi perpustakaan: menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat baca secara kreatif melalui sesi perpustakaan di sekolah. Gunakan sesi perpustakaan kita secara kreatif.

Selamat mencoba 😀

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments