Seaneh Apa Sih Program Studi Ilmu Perpustakaan?

Bersama IFLA Delegates 2018 di Perpustakaan Negara Malaysia

Keunikan Ilmu Perpustakaan 

Bagi para pegiat literasi, mungkin kata “Perpustakaan”, “Pustakawan” atau pun program studi “Ilmu Perpustakaan” sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi bagi banyak orang yang jarang ke perpustakaan kata “Pustakawan” terasa ganjil, terlebih lagi adanya suatu program studi / jurusan “Ilmu Perpustakaan”.

“Memangnya ada ya?”,

“Kerjanya ngapain aja? Bersihkan debu pakai kemoceng?”

“Belajarnya apaan sih? Kan cuma jaga Perpustakaan saja.”

Itulah pertanyaan dan pernyataan yang dulu biasanya dilontarkan oleh keluarga besar, atau teman-teman yang baru saya temui. Ditanya begini, jangan terus tersinggung. Justru saatnya kita, pegiat literasi bisa meluruskan pandangan lama tentang keberadaan program studi yang pada tahun 2018 ini sudah berusia 66 tahun.

Program Sarjana Ilmu Perpustakaan Ada di Mana?

Cikal bakal Ilmu Perpustakaan di Indonesia tercatat pertama kali dibuka pada 20 Oktober 1952, yang kemudian berkembang menjadi Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia. Lebih lanjut tentang sejarah berdirinya Program Studi Ilmu Perpustakaan di Indonesia bisa dibaca di sini, terima kasih Pak Sulistyo-Basuki.

Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional, tercatat per 2018 ini, berikut 8 (delapan) universitas yang ada menawarkan ilmu perpustakaan S1 dengan Akreditasi A di Indonesia, yaitu :

  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Diponegoro
  3. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  4. Universitas Padjajaran
  5. Universitas Sumatera Utara
  6. Universitas Brawijaya
  7. Universitas Yarsi
  8. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Apa yang Dipelajari di Program Studi Ilmu Perpustakaan?

Kemudian, mahasiswa Ilmu Perpustakaan di delapan kampus ini belajar apa sih? Intinya lulusan Sarjana Ilmu Perpustakaan diharapkan bisa mengelola / manajemen Perpustakaan dan/atau Pusat Arsip untuk mencapai visi organisasi dan masyarakat yang cerdas. Kita harus belajar dasar-dasar pengelolaan Perpustakaan dan Pusat Arsip berdasarkan standar internasional yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan Perpustakaan tepat guna memenuhi kebutuhan informasi dan membuka wawasan pengguna/pengunjungnya.

Kuliah di Program Studi Ilmu Perpustakaan juga membuka wawasan mengenai perkembangan literasi dan minat baca di Indonesia dan dunia. Kuliah hanyalah memberikan bekal dasar untuk mahasiswa. Selebihnya, pengalaman kerja dan beroganisasi, serta rasa ingin tahu untuk terus belajar yang akan membuka wawasan kita.

Harapan Positif di Masa Depan

Uniknya, nama Perpustakaan sekarang ini tidak lagi menyempit pada istilah Perpustakaan / Library tapi meluas menjadi Resources, Information Center, Data Center, Taman Bacaan, Rumah Baca, dan nama pusat kegiatan kreatif lainnya. Saat ini, Perpustakaan bukan hanya mengelola koleksi tercetak (buku) tapi juga koleksi non-buku seperti electronic book (e-book), Digital Versatile Disc (DVD), peta, rekaman suara dan video, partitur musik,  dan dalam berbagai format lainnya.

Begitu pula istilah profesi Pustakawan sebagai pengelola Perpustakaan juga meluas, bukan hanya Librarian, tapi juga Information Broker, Pegiat Literasi, Subject Specialist, Reference Librarian, Head of Library, Head of Information Center.

Sekiranya adik-adik SMA yang punya minat baca tinggi dan tertarik mau bekerja sekaligus berbuat kebaikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, yakinlah memilih program studi Ilmu Perpustakaan sebagai pilihan pertama di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Terlebih jika bisa masuk Universitas Indonesia, di mana dosen-dosennya mampu memberikan bekal dasar Ilmu Perpustakaan yang sangat kuat. Itikad baik disertai usaha dan kerja keras, niscaya Tuhan mendukung #mestakung

Jika ada semakin banyak Pustakawan Mendunia, pustakawan yang terus belajar, kreatif, dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan, bukan tidak mungkin respon seperti ini akan bisa semakin sering kita dengar di kemudian hari,

“So, what do you do?”

“I am a librarian.”

“Wow! Awesome! It’s a cool job. I wish I can do that..”

Ini kisah nyata, waktu saya bertemu teman pelancong dari Inggris di Pulau Togean, Sulawesi Tengah. Si Teman ini ternyata seorang pencinta buku dan hobi membaca. Respons yang seperti ini pertama kalinya saya dengar pada tahun 2013! Saya berharap semakin banyak orang menyadari Ilmu Perpustakaan bukan lagi fenomena yang harus dipertanyakan keanehannya, tapi justru semakin diapresiasi keberadaannya.

 

Baca juga:

8 Program Sarjana Ilmu Perpustakaan Terbaik di Indonesia

Tinggalkan Balasan