Calon Pustakawan Mendunia di Masa Depan

Bersama Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Cenderawasih

Alkisah, pada bulan Maret 2018, saat itu Pustakawan Mendunia (masih menggunakan nama Pustakawan Sirbe) sudah berpikir akan meninggalkan Papua. Namun ada rasa resah mengganggu: apa yang akan terjadi dengan kemajuan literasi Papua selepas Pustakawan Mendunia pergi.

Berjumpa dengan Mahasiswa JIP Uncen

Merupakan suatu kebetulan yang baik, bahwa Pustakawan Mendunia dikirim untuk mengikuti pelatihan di Jayapura (ibukota Propinsi Papua) saat itu, dan tentu kesempatan ini kami perhitungkan, bisa jadi merupakan kesempatan terakhir Pustakawan Mendunia berkunjung ke Jayapura. Kami harus mencari kontak di mana adik-adik Ilmu Perpustakaan ini berada di Jayapura. Mestakung (Semesta Mendukung), Pustakawan Mendunia berkenalan dengan adik mahasiswa dari Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Cenderawasih, dan dialah yang kemudian memberikan kontak adik-adik Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Cenderawasih (JIP Uncen). Kami membuat temu janji mendadak, di hari Sabtu malam. Sekitar 6 orang adik-adik mahasiswa JIP Uncen hadir saat itu.

Pustakawan Mendunia tidak berpikir banyak ketika itu. Semangatnya adalah agar adik-adik ini menyadari potensi Papua yang begitu besar, dan Literasi di Papua belum serius digarap dan dikembangkan baik oleh masyarakat, pemerintah dan swasta. Kesempatan berkarya terbuka lebar bagi adik-adik JIP Uncen untuk mengembangkan Literasi Papua.

Beberapa mengatakan belum memahami potensi profesi pustakawan, dan memang mereka mengalami kesulitan belajar karena mereka hanya punya 1 dosen yang berlatar belakang Ilmu Perpustakaan. Kebanyakan mereka diajar oleh pegawai Perpustakaan Propinsi Papua. Pustakawan Mendunia kemudian memaparkan apa yang telah kami kerjakan selama ini, dan begitu besar pintu kesempatan terbuka untuk memajukan Papua lewat Literasi. Satu orang pustakawan mampu menyentuh kehidupan banyak anak lewat literasi, apalagi mereka yang Orang Asli Papua (OAP).

Percakapan kami berlangsung selama 1 jam, kemudian ditutup dengan sesi foto-foto dan saling menukar kontak dan sosial media. Sesekali masih ada satu dua adik yang bertanya atau memberikan kabar terakhir tentang Papua atau rencana mereka untuk praktek di Jakarta tahun 2020 ini. Sayang, karena pandemi Covid-19, rencana praktek kerja itu terpaksa harus ditangguhkan.

Covid-19 Membawa ‘Berkah’

Kata ‘berkah’ di sini, tentu maksudnya menggunakan tanda kutip. Berkat Covid-19, kita semua terdorong untuk upgrade diri menggunakan teknologi, sampai juga di ujung Papua. Awalnya Pustakawan Mendunia berbagi informasi sesi belajar dari Perpustakaan Universitas Colombia, and ada seorang adik, Xani Kurimanop yang tertarik mau mengikutinya. Percakapan kami kemudian berkembang mengenai bagaimana pembelajaran adik-adik JIP Uncen semasa pandemi Covid-19.

Pustakawan Mendunia menanyakan beberapa materi kuliah, sekadar ingin mengecek saja apakah materi yang sama juga diajarkan di sana. Ternyata ada beberapa materi kuliah yang menurut kami bobotnya sangat penting, namun tidak diajarkan di JIP Uncen. Mengingat adik-adik mahasiswa JIP Uncen sekarang sudah melek teknologi, akhirnya kami pun merancang sesi temu menggunakan Zoom setiap hari Sabtu, jam 19.00-20.00 WIT.

Pustakawan Mendunia merancang 9 sesi belajar sampai di awal Desember nanti. Kami juga menghubungi kolega kami, para pustakawan ahli di bidangnya masing-masing: IT, Pemasaran & Promosi Perpustakaan, dan Subject Specialist. Pustakawan Mendunia sangat berbahagia melihat teman-teman yang siap membantu dan menyisihkan waktunya untuk sesi belajar adik-adik JIP Uncen.

Harapan kami, sedikit yang kami berikan dapat menjadi inspirasi untuk adik-adik kita di JIP Uncen untuk membangun Literasi Papua semakin baik. Semoga.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments